Menunggu Senja
Terbanglah ke mana pun kausuka
Tebarkan kebaikan di mana pun kauberada
Apa pun yang kausemai
Suatu saat akan kautuai
Jangan biarkan waktu terbengkalai
Berbuatlah sepanjang hari
Merenda pagi dengan arti
Mengukir siang dengan kebaikan
Memahat senja dengan dengan mulia
Jadikan malam penuh gemerlap bintang
Hidup hanya sekali
Jadikan usia lebih bermakna
Menunggu senja di gerbang malam
Wanar, 11 April 2026
Lukisan Senyum
Aku tahu senyum yang kaulukis di pagi itu
Kusut benang berhasil kau urai
Lalu kausulam masa depan
Dengan jemari mungilmu
Aku tahu senyum yang kaulukis di malam itu
Bintang-bintang yang menghiburmu
Berhasil kaurengkuh dalam bahagiamu
Dengan genggam erat tekadmu
Aku tahu senyum yang kaulukis dalam hidupmu
Karena dirimu menjelma mutiara
Di semua sudut ruangmu
Lamongan, 10 April 2026
Pengabdian Hakiki
Sepuluh tahun kau berpisah dengan tanah
Yang menyimpan kenang masa kecilmu
Lewati setapak jalan terjal demi
Menuntut ilmu
Air mata rindu tak pernah kaubiarkan basah di pipimu
Kedua tanganmu mengusapnya dengat cita-cita
Mulia hidupmu
Sejengkal langkah kaucapai
Jadikanlah sebagai pijakan kaki
Menggapai puncak perjalanan
Pengabdian hakiki
Lamongan, 8 April 2026
Sepotong Roti
Sepotong roti tiga April
Kausuguhkan di perjamuan malam
Sebagai bukti kedewasaanmu
Di depan kedua orang tua
Nyala lilin menerpa wajah-wajah bahagia
Berharap keberkahan Yang Mahakuasa
Menyertai perjalananmu menggapai cita-cita
‘Hidup mulia berguna bagi sesama’
Sepotong roti tiga April
Prasasti tekad pengabdianmu
Mengamalkan ilmu
Lamongan, 3 April 2026

Tidak ada komentar:
Posting Komentar