Jika Kau Bukan Anak Raja, Juga Bukan Anak Ulama Besar, maka Menulislah

Minggu, 19 April 2026

Puisi-Menunggu Senja-Ahmad Zaini




Menunggu Senja


Terbanglah ke mana pun kausuka

Tebarkan kebaikan di mana pun kauberada

Apa pun yang kausemai

Suatu saat akan kautuai


Jangan biarkan waktu terbengkalai

Berbuatlah sepanjang hari

Merenda pagi dengan arti

Mengukir siang dengan kebaikan

Memahat senja dengan dengan mulia

Jadikan malam penuh gemerlap bintang


Hidup hanya sekali

Jadikan usia lebih bermakna

Menunggu senja di gerbang malam


Wanar, 11 April 2026


Lukisan Senyum


Aku tahu senyum yang kaulukis di pagi itu

Kusut benang berhasil kau urai

Lalu kausulam masa depan

Dengan jemari mungilmu


Aku tahu senyum yang kaulukis di malam itu

Bintang-bintang yang menghiburmu

Berhasil kaurengkuh dalam bahagiamu

Dengan genggam erat tekadmu


Aku tahu senyum yang kaulukis dalam hidupmu

Karena dirimu menjelma mutiara

Di semua sudut ruangmu


Lamongan, 10 April 2026


Pengabdian Hakiki


Sepuluh tahun kau berpisah dengan tanah

Yang menyimpan kenang masa kecilmu

Lewati setapak jalan terjal demi

Menuntut ilmu


Air mata rindu tak pernah kaubiarkan basah di pipimu

Kedua tanganmu mengusapnya dengat cita-cita

Mulia hidupmu

Sejengkal langkah kaucapai


Jadikanlah sebagai pijakan kaki

Menggapai puncak perjalanan

Pengabdian hakiki


Lamongan, 8 April 2026


Sepotong Roti


Sepotong roti tiga April

Kausuguhkan di perjamuan malam

Sebagai bukti kedewasaanmu

Di depan kedua orang tua


Nyala lilin menerpa wajah-wajah bahagia

Berharap keberkahan Yang Mahakuasa

Menyertai perjalananmu menggapai cita-cita

‘Hidup mulia berguna bagi sesama’


Sepotong roti tiga April

Prasasti tekad pengabdianmu

Mengamalkan ilmu

Lamongan, 3 April 2026





Tidak ada komentar:

Posting Komentar