Jika Kau Bukan Anak Raja, Juga Bukan Anak Ulama Besar, maka Menulislah

Selasa, 11 Agustus 2026

Bencimu Tak Akan Memutus Cintaku- Puisi karya Ahmad Zaini




 Puisi-Puisi karya Ahmad Zaini


Cahaya Wajah di Gelap Masa


Wajah-wajah polos 

Bermain disorot cahaya lampu malam 

Wajah-wajah itu bergantian tersenyum pada lelahku 

Mereka tafakkur mengukir masa depan 

Di malam kemarau berselimut dingin 


Senyumnya berbisik 

Kami sedang memahat sketsa hidup 

Di antara kepungan gawai dan media sosial

Kami membentengi diri 

Dengan perisai ilmu pelindung diri 

Dari hantaman tipu daya dunia 

Yang merajalela 


Wajah-wajah itu memancar aura 

Sebagai untaian mutiara 

Bercahaya di kegelapan masa


Wanar, 15 Juli 2026


Melepasmu 


Hari ini 

Ketika teman-temanmu 

Nyenyak di peluk ibunya 

Kau lepas dari dekap ibumu 

Berselendang tekad mencari ilmu


Sorot matamu 

Menatap hamparan ilmu 

Bekal menapak masa depan 

Antara dunia dan akhiratmu


Ridlo orang tuamu 

Melepasmu sementara 

Demi cita-cita luhurmu

Menggapai ridlo Allah semata


Duduklah ssembari merenungi arti hidup

Lewat lembaran kitab yang kaupeluk 

Agar langkahmu tetap memijak 

Jalur yang digariskan Allah 

Untukmu 


Wanar, 12 Juli 2026


Bencimu Tak Akan Memutus Cintaku 


Keras suaramu tak menyayat hatiku 

Menarik rindu ke mana pun berkeluh

Gelegarnya tak memekak telingaku 

Bagai pelipur lara penat

Yang menjauhkanku denganmu 


Kebencianmu tak memutus sayangku 

Pengikat simpul hatiku dan hatimu 

Lantang kebencian tetap menyambung

Meski pisau memutus ikatan 

Tali pengikat sedarah dan setanah 


Tantrummu siang-malam 

Menampar rasa cinta 

Tak ‘kan melukai beni hati 

Kelahiranmu


Biarkan masamu tumbuh 

Laksana bunga zaman

Mekar dengan keharuman 

Di masa dewasamu


Wanar, 12 Juli 2026


Ahmad Zaini, sastrawan dan guru di SMK Negeri 1 Lamongan serta SMA Mambaul Ulum Pucuk. Beberapa puisi dan cerpennya beberapa kali dimuat di berbagai media cetak dan online. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar