Puisi-Puisi karya Ahmad Zaini
Cahaya Wajah di Gelap Masa
Wajah-wajah polos
Bermain disorot cahaya lampu malam
Wajah-wajah itu bergantian tersenyum pada lelahku
Mereka tafakkur mengukir masa depan
Di malam kemarau berselimut dingin
Senyumnya berbisik
Kami sedang memahat sketsa hidup
Di antara kepungan gawai dan media sosial
Kami membentengi diri
Dengan perisai ilmu pelindung diri
Dari hantaman tipu daya dunia
Yang merajalela
Wajah-wajah itu memancar aura
Sebagai untaian mutiara
Bercahaya di kegelapan masa
Wanar, 15 Juli 2026
Melepasmu
Hari ini
Ketika teman-temanmu
Nyenyak di peluk ibunya
Kau lepas dari dekap ibumu
Berselendang tekad mencari ilmu
Sorot matamu
Menatap hamparan ilmu
Bekal menapak masa depan
Antara dunia dan akhiratmu
Ridlo orang tuamu
Melepasmu sementara
Demi cita-cita luhurmu
Menggapai ridlo Allah semata
Duduklah ssembari merenungi arti hidup
Lewat lembaran kitab yang kaupeluk
Agar langkahmu tetap memijak
Jalur yang digariskan Allah
Untukmu
Wanar, 12 Juli 2026
Bencimu Tak Akan Memutus Cintaku
Keras suaramu tak menyayat hatiku
Menarik rindu ke mana pun berkeluh
Gelegarnya tak memekak telingaku
Bagai pelipur lara penat
Yang menjauhkanku denganmu
Kebencianmu tak memutus sayangku
Pengikat simpul hatiku dan hatimu
Lantang kebencian tetap menyambung
Meski pisau memutus ikatan
Tali pengikat sedarah dan setanah
Tantrummu siang-malam
Menampar rasa cinta
Tak ‘kan melukai beni hati
Kelahiranmu
Biarkan masamu tumbuh
Laksana bunga zaman
Mekar dengan keharuman
Di masa dewasamu
Wanar, 12 Juli 2026
Ahmad Zaini, sastrawan dan guru di SMK Negeri 1 Lamongan serta SMA Mambaul Ulum Pucuk. Beberapa puisi dan cerpennya beberapa kali dimuat di berbagai media cetak dan online.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar