Jika Kau Bukan Anak Raja, Juga Bukan Anak Ulama Besar, maka Menulislah

Minggu, 27 September 2026

Puisi-puisi Ahmad Zaini di Jawa Pos grup Radar Bojonegoro

 

https://radarbojonegoro.jawapos.com/amp/budaya/2609270001/puisi-radar-bojonegoro-karya-ahmad-zaini

Puisi-puisi karya Ahmad Zaini


Perangkap Duri 


Allah, 

Bimbinglah kami susuri jalan penuh duri

Kami tak mampu menghindari runcingnya

Menusuk sakit di tubuh ringkih ini

Siang tak membuat mata kami memandang

Terang tak menjadikan benderang

Tanpa izin-Mu duri-duri tetap mengancam


Allah, 

Engkau pemilik semuanya

Berilah serpih sinar-Mu kepada kami

Agar mata ini terbuka menyadarkan kami

Manusia hanyalah semut kecil 

Di antara rerimbunan belantara 


Allah, 

Lindungilah kami

Dari perangkap duri 

Yang disebar menyiksa kami


Lamongan, 14 September 2026 


Api Belantara


Jilatan api menyambar denyut nadi

Nyala memutus nafas 

Tersengal antara hidup dan mati


Lidah api membakar damai

Sunyi berdekap asap 

Suramkan hari siang 

Yang tak pasti


Hari merindukan hujan

Lenyapkan api keserakahan 

Agar pepohonan memunculkan tunas 

Tempat menambatkan kegundahan hidup

Terlunta di belantara api melanda


Lamongan, 9 September 2026 


Doa Rerumputan


Kita hanyalah rumput

Melata pada kerendahan

Pasrah pada keadaan

Diinjak kaki-kaki kekar

Ditebas sabit-sabt tajam


Jangan bermimpi menjadi pohon

Kokoh menjulang dengan kekuatan akar

Bertahan dengan dahan dan ranting

Serta dedaun yang elok bak mahkota


Jangan mimpi menjadi menara mercusuar 

Sebagai tumpuan setiap kapal 

Tahan dari terpaan badai dan gelombang


Berkaca pada bayangan yang hampir lenyap

Hanya berharap menjadi rumput 

Bermanfaat bagi sesama 


Lamongan, 2 September 2026


Sebuah Keinginan


Zikir dan lantunan nadhom

Sejenak senyap

Berganti riuh irama langkah

Saling himpit berjejal 

Demi keinginan


Butir peluh dibiarkan

Berkeliling di luas wajah

Menjelma harapan masa depan

Hingga membiarkan wajah 

Ditampar debu jalan berdekil kelam


Tarian sinar laser

Menjelma ulur tangan

Memapah duduk bersimpuh

Mengendapkan emosi 

Dalam secangkir kopi


Jombang, 29 Agustus 2026


Penyair merupakan guru di SMK Negeri 1 Lamongan

Tinggal di Wanar, Pucuk, Lamonga